Kita pasti melihat akhir-akhir ini di banyak acara stasiun TV, busana batik menjadi pilihan utama para pengisi acara tersebut, dari mulai hostnya sampai terkadang kru di lapangan menggunakan busana batik. Apakah hal ini hanya terjadi di stasiun-stasiun TV saja. Ternyata tidak, coba kita jalan-jalan di Mall, Perkantoran dan tempat lainnya, dengan gampang kita temukan orang berbusana batik, memang sih, tidak semuanya mengenakan batik, namun setidaknya kuantitas pemakai batik sungguh sangat melimpah dibanding beberapa bulan yang lalu.
Apa yang menyebabkan hal itu terjadi? Untuk menjawab pertanyaan ini secara akurat dibutuhkan riset yang cukup mendalam, namun secara sederhana ada beberapa hal yang bisa ditengarai sebagai penyebabnya adalah blunder dari malaysia yang mengklaim karya-karya adiluhung nenek moyang kita sebagai karya mereka. Karena hal itulah, semangat nasionalisme bangsa ini bangkit, dari mulai pejabat, desainer, perajin sampai katakanlah tukang sapu jalan ikut terusik. Jadilah batik sebagai pilihan berbusana, meski belum menjadi main wearing, namun setidaknya cukuplah dari pada tidak dilirik sama sekali.
Yang menjadi pertanyaan berikutnya adalah, apakah para pemakai batik itu sudah cukup kemampuan apresiasinya terhadap batik sehingga tidak hanya mejadi pemakai batik saja tapi bisa meningkat menjadi pengagum batik dan bahkan penikmat batik. Ini menjadi tugas bersama para desainer, perajin batik, kurator batik, kolektor batik, pengusaha batik, pemerintah dan para pemerhati atau penikmat batik lainnya.
“Apa sih batik itu?” Pertanyaan inilah yang perlu dijawab. Sederhana memang pertanyaan, namun tidak demikian untuk menjawabnya. Di situ ada sosiologi, antropologi, sejarah, teknologi, ekonomi, religiusitas dan banyak perangkat lainnya. Inilah yang disebut sebagai Jalan Batik sebagaimana halnya pilihan jalan hidup lainnya. Ada beberapa orang yang memang menempuh Jalan itu ini sebagai pilihan hidupnya sebagaimana layaknya Musashi lumat dalam jalan samurai-nya. Namun keberadaan orang-orang ini hanya beberapa gelintir saja, dan kebanyakan dari merekan tidak mau diekspos oleh media.
Nah di blog ini saya ingin menulis banyak hal yang saya peroleh dari para Penempuh Jalan Batik itu…
DIarsipkan di bawah: Batik | Leave a Comment »